ALUMNI FISIPOL UGM
Terhubung dengan kami
Berkarir Jurnalistik hingga ke Negeri Paman Sam

Siang itu, selasar barat Fisipol UGM tampak diramaikan oleh kegiatan temu alumni Jurusan Ilmu Administrasi Negara (sekarang Manajemen Kebijakan Publik, -red) angkatan 1987. Kegiatan tersebut diadakan untuk merayakan 30 tahun pertemanan alumni jurusan tersebut. Kami pun berkesempatan untuk ngobrol dengan beberapa alumni. Salah satunya adalah Supriyono, sang ketua angkatan 1987.

Terhitung 18 tahun Supri, sapaan akrab Supriyono, menetap di Amerika Serikat. Kepulangannya ke Indonesia tahun ini menjadi ajang baginya untuk kembali mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan satu angkatan. Ia mengaku setiap tahun pulang ke Indonesia untuk menjenguk orang tuanya. Kini bertepatan dengan adanya reuni angkatan, Supri merasakan aura yang masih sama, seperti kembali ke masa kuliah.

Semasa kuliah, Supri tergolong mahasiswa yang aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), ia pun tergabung di kelompok pecinta alam Jurusan Ilmu Administrasi Negara pada waktu itu.

Menggeluti karier di dunia jurnalistik bukanlah tujuan awal Supri setelah menyelesaikan studi sarjananya. Ia berharap dapat bekerja di bidang pemerintahan ataupun politik. Melihat rekannya ada yang terjun menjadi jurnalis, membuat Supri turut mencoba dunia tersebut. Hingga pada saat itu, ia menjadi wartawan untuk majalah Editor. Supri merasa bahwa berkarier sebagai jurnalis memiliki kesan tersendiri untuknya. Baginya, menyajikan berita berupa fakta-fakta atas berbagai peristiwa memiliki kepuasan bagi Supri. Karier jurnalistiknya kemudian ia lanjutkan di majalah Tiras serta Getak.

Memutuskan untuk berpindah ke Washington, Amerika Serikat, Supri tetap melanjutkan karier jurnalistiknya sebagai korespondensi lepas untuk Tempo. Kini ia menjadi seorang wartawan di media Amerika yang telah memiliki banyak korespondesi di seluruh dunia yaitu Voice of America (VoA). Ia menyebutkan bahwa meskipun VoA dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat, penyajian beritanya tetap mencerminkan VoA sebagai media yang independen. Selama menjadi seorang jurnalis di negara adidaya itu, ia telah banyak melakukan reportase peristiwa-peristiwa penting seperti serangan 9/11 serta bertemu dengan tokoh-tokoh di Gedung Putih.

Terakhir, Supri memiliki harapan tersendiri kepada para alumni. Meskipun ada perbedaan kepribadian, cara pandang atau pola pikir, apapun rohnya, usahakan untuk selalu mengedepankan semangat akademis. Hal tersebut dapat dijadikan kontribusi dalam menyatukan rakyat.  (di)