Terhubung dengan kami
Tak Kenal Lelah Menggali Potensi

Menjadi lulusan ilmu sosial tidak lantas membuat seorang Mayasih Winegar untuk berhenti belajar diranah sosial saja. Baginya segala hal dapat dipelajari jika kita punya tekad yang kuat untuk mau belajar. Maya adalah seorang alumni Sosiologi 1997,  kini ia bekerja di Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.

Semasa kuliah Maya tergolong mahasiswi yang aktif baik secara akademis maupun nonakademis. Untuk memaksimalkan waktu selama menjadi mahasiswa, Maya mengikuti organisasi kemahasiswaan di UKM Hockey dan aktif di Koperasi Mahasiswa (Kopma). Kegiatan sosial seperti mengajar petani untuk berbahasa Inggris di bawah Wisma Bahasa pernah ia lakoni. Pun ketika tahun 2000 ada program desentralisasi otonomi daerah Maya bersama  Parliement Watch Indonesia  (PARWI) mengawal program tersebut.

Berkarier di Kementrian LHK bukanlah menjadi tujuan awal seorang Maya, ia sangat mendambakan untuk masuk di Kementrian Luar Negeri (Kemlu). Belum berhasil lolos untuk masuk Kemlu tidak membuat Maya berkecil hati, ia terus berupaya untuk meniti kariernya dan akhirnya lolos untuk bekerja di Kementrian LHK. Bukan hal yang mudah untuk mengawali karir di Kementrian LHK, Maya yang terbiasa belajar ilmu sosial di awal kariernya harus mampu memahami ilmu teknis karena ia diposisikan sebagai Pengendali Ekosistem Hutan di Balai Pengelolaan DAS Musi. Sadar bahwa dirinya harus banyak belajar ilmu baru, ia bekerja keras untuk belajar baik itu otodidak hingga les dengan anak-anak teknik.

Maya sempat merasa sangat berat dalam memelajari  hal-hal baru tersebut, namun motivasi yang terus diberikan oleh Ibunya ia mampu bertahan dan terus bekerja keras. Melewati serangkaian proses yang panjang, ia bersyukur atas segala hal yang telah membuatnya sampai pada titik sekarang ini sebagai Kepala Sub Bidang Tindak Lanjut, Kementrian LHK. Baginya keinginan untuk terus belajar banyak hal baru yang membuatnya terus bersemangat dalam meniti kariernya selama ini.

Menurut Maya, Ilmu Sosiologi yang berkaitan erat dengan bagaimana mengenali masyarakat sangat berguna di Kementrian LHK atau dimanapun. Terlebih Ilmu Sosiologi juga sangat berguna dalam menganalisis kelembagaan. Sehingga menurutnya jika lulusan Sosiologi mampu memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan logika dan analisis seperti yang didapat ketika berkuliah, bisa dijadikan modal yang baik untuk nantinya masuk di dunia kerja yang mengandung ilmu interdisipliner.

Pada sisi lain, ternyata Maya memiliki passion di dunia rias pengantin. Ia sangat mengagumi rias pengantin senior Tienuk Rifki. Tidak ingin setengah-setengah Maya juga mengikuti kursus rias pengantin, hingga kini ia dapat bergabung dengan tim Tienuk Rifki.  

Kesuksesan menurut Maya adalah ketika dirinya merasa senang atas apa yang dikerjakan. Keluar dari zona nyaman dan mengembangkan potensi. Maya mengamini bahwa suka duka di dunia kerja adalah suatu realitas yang harus dijalani dan dinikmati. “Jadi apapun yang ada di depan ya dihadapi dengan kesungguhan. Kegalauan itu bagus, karena dapat memacu kita menjadi semakin baik, tapi jangan malah bikin ngelokro (putus asa, red)” pungkasnya.