Terhubung dengan kami
Susi Daryanti, Dosen Sosial yang Terampil Pemrograman Komputer

Tim Warta Alumni edisi kali ini mendapatkan kesempatan untuk berbincang bersama salah satu dosen senior perempuan dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), beliau adalah Dra. Susi Daryanti, M.Sc.. Sosoknya yang ramah dan energik mampu memberikan aura positif bagi orang-orang di sekitarnya. Tak heran jika Susi seringkali disebut sebagai dosen yang awet muda.

Siang itu, bertempat di ruangannya, Susi dengan ramah bercerita mengenai awal masuk ke departemen Sosiatri yang kini telah berganti nama menjadi PSdK. Susi dulunya berasal dari jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), sehingga  berniat mendaftarkan dirinya ke ilmu eksak. Namun hal tersebut tidak terwujud karena Susi belum lolos. Pada tahun selanjutnya Susi kembali mencoba untuk mengikuti tes masuk, kali ini ia merasa tertarik dengan jurusan Sosiatri. Berbekal ketertarikannya dengan nama Sosiatri, ia kemudian mencari tau lebih lanjut mengenai jurusan tersebut kepada teman-temannya yang lebih dulu masuk ke Sosiatri. Berhasil lolos masuk Sosiatri, Susi semakin lama semakin merasa asik untuk memelajari ilmu baru tersebut.

Rasa keingintahuan yang tinggi dan semangat untuk terus belajar hal-hal baru yang menarik perhatiaanya juga terjadi ketika kala itu UGM baru saja membuka sebuah Pusat Komputer yang kini namanya DSSDI (Direktorat Sistem dan Sumberdaya Informasi) . Susi sangat tertarik untuk belajar Ilmu Komputer, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti kursus yang diberikan oleh Pusat Komputer (Puskom). Turut serta dalam pembuatan program sistem akademik hingga mendapatkan beasiswa untuk belajar di Computer Studies di Essex Univesity, Inggris. Susi merasakan keseruan dengan belajar melalui sebuah proses yang berasal dari logika berpikir matematis.

Terbiasa dengan gaya berpikir sosial, Susi merasa itu malah menjadi suatu keuntungan. Hal tersebut dikarenakan meskipun matematis, namun diperlukan juga proses yang mengacu pada latar belakang masalah, analisis hingga penyelesaian dimana logika tersebut telah terbiasa dilakukan sebagai orang sosial. Kemampuan serta kompetensinya dalam ilmu informatika membuat Susi diminta untuk mengajar di fakultas MIPA (Matematika dan Pengetahuan Alam)  hingga saat ini.

Menjadi pribadi yang penuh semangat dilatarbelakangi oleh kekaguman Susi terhadap ibunya. Dari ibunya, Susi belajar untuk gigih dan menjalani pekerjaannya sesuai passion sehingga tidak akan merasa lelah dan terus bersemangat. Disela-sela kesibukannya mengajar, Susi menyempatkan diri untuk berkumpul bersama komunitas dance-nya, kegiatan tersebut dilakukan sudah sejak lama karena kesukaannya dengan dunia tari moderen.

Sebagai seorang dosen PSdK ia berharap supaya para mahasiswa dapat terus jeli dalam melihat setiap fenomena sosial yang ada. Mahasiswa harus terbiasa mempertanyakan fenomena-fenomena yang biasa terjadi di masyarakat. Terlebih di jaman teknologi seperti sekarang ini, dimana realitas virtual dan reality cenderung kurang seimbang, mahasiswa harus mampu menangkap fenomena tersebut.

Kepada para alumni, Susi berharap alumni dapat kembali lagi pulang ke rumahnya, saling memberikan feedback yang positif bagi kebaikan Fisipol. Dengan segala pengalaman yang didapatkan oleh alumni di luar sana, diharapkan dapat dijadikan masukan untuk membuat Fisipol lebih baik lagi khususnya dalam membentuk kurikulum. “Yah diharapkan alumni ingat untuk kembali ke rumahnya, kesini membantu lagi.”pungkasnya.