Terhubung dengan kami
Menelisik Dunia Seorang Senior Asesor

Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, memiliki loyalitas tinggi, dan profesional menjadi harapan dari setiap organisasi atau perusahaan. Di sinilah Human Resource Department (HRD) yang terdapat di setiap perusahaan memiliki peranan penting dalam menangani perusahaan dan pegawainya. Dra. Inna Karunia, M.Kes., alumni Jurusan Ilmu Sosiatri tahun 1986 (saat ini Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan), adalah salah satu orang yang juga berperan dalam pengembangan SDM. Kiprahnya selama lebih dari 18 tahun berkecimpung dibidang pengembangan SDM dimulai sejak ia bekerja di Rumah Sakit Cempaka Putih, Jakarta.

Hubungan industrial yang sensitif antara pekerja dan organisasi membuat bagian SDM harus bekerja ekstra keras untuk menjadi mediator antara perusahaan dan pegawainya. “Konflik antara perusahaan dan karyawan serta serikat pekerja itu urusannya HRD,”jelas Inna. Pelbagai masalah hubungan perusahaan dan karyawan menjadi makanan sehari-hari bagi wanita kelahiran Riau ini.

Kini,Inna bekerja sebagai seorang senior asesor di sebuah lembaga yang menjadi rekanan pemerintah untuk perekrutan maupun pengelolaan SDM organisasi atau perusahaan, yaitu PPM-Manajemen sejak tahun 2014. Sebagai seorang senior asesor, ia kerap kali menangani assessment promosi direktur maupun manajer.

Terkait proses assessment, Inna menuturkan, alat tes yang digunakan dalam perekrutan berbagai tingkat jabatan hampir sama. Seorang asesor akan melihat cara kandidat menganalisis suatu masalah, kemampuan untuk berpikir sistematis, serta kemampuan dalam mencari solusi. Tidak jarang, Inna juga mengeluhkan pihaknya kesulitan mencari kandidat yang sesuai dengan kriteria perusahaan.

Inna mengungkapkan bahwa hal yang perlu ditonjolkan para kandidat ketika menjalani assessment adalah potensi dan kompetensi. “Kalau UGM, UI, ITB, tes potensi sudah pasti baguslah, tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi kalau kompetensi, inilah yang harus berani ditunjukkan oleh anak-anak UGM,” paparnya. Inna seringkali menjumpai lulusan UGM kurang percaya diri saat diminta menunjukkan kemampuan dan kompetensi mereka. Padahal menurutnya lulusan UGM jelas tidak kalah dengan lulusan universitas yang lain. Lulusan UGM bahkan menjadi favorit para asesor karena biasanya lebih loyal terhadap perusahaan. Terlebih untuk lulusan Fisipol UGM yang memiliki lapangan kerja luas dan banyak dibutuhkan.

Kepada mahasiswa maupun alumni Fisipol UGM, Inna berpesan untuk terus meningkatkan kompetensinya, khususnya kompetensi yang umum dan wajib dimiliki seperti leadership, komunikasi, serta kemampuan untuk bekerja dalam tim. Baginya, menjadi seseorang yang mampu bekerja di dalam tim menjadi kompetensi penting yang dicari oleh asesor. Kegiatan positif selama kuliah seperti mengikuti organisasi, event, maupun magang menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika lulus dan mencari pekerjaan. Dukungan dari fakultas melalui program pengembangan karier juga dapat dijadikan modal bagi para mahasiswa sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Makin berkembangnya zaman dan teknologi juga berpengaruh pada karakter para pencari kerja, khususnya generasi milenial yang memiliki keunikan, seperti kurang loyal, suka dengan kebebasan, dan tidak suka perusahaan dengan struktur birokrasi yang kaku. Generasi milenial lebih suka  dengan pengembangan diri, menyelesaikan berbagai masalah, dan bekerja sambil jalan-jalan. Namun, Inna mengatakan bahwahal tersebut tidak terlalu menjadi masalah selama perusahaan mampu memanfaatkan sisi yang menguntungkan.

Aktif juga di BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) membuat mobilitas Inna semakin tinggi. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di Jakarta hanya pada hari Senin saja, selebihnya ia harus berkeliling ke berbagai daerah untuk memantau program BAZNAS di seluruh wilayah di Indonesia.  Kepada para mahasiswa Inna juga berpesan untuk memanfaatkan masa kuliah dengan menambah relasi. Menurutnya, dengan memiliki relasi yang luas dan kuat nantinya akan mempermudah kita dalam menyelami dunia kerja. (di)