Terhubung dengan kami
Arzad Sectio, Sikap Bijak dan Cerdas dalam Memilih Media

Fenomena media sosial kini sedang booming di masyarakat. Animo yang tinggi ini menghasilkan pola interaksi komunikasi antar pengguna semakin gencar. Untuk bertanya kabar atau sekedar memberitahu kondisi sangat mudah dilakukan.  Hanya cukup dilakukan dengan mengetik sederet kata dan menjadikannya cuitan sudah dapat memberitahu dunia tentang apa yang dirasa. Begitupun, ketika media sosial digunakan untuk menyebarluaskan suatu berita, maka penyebarluasannya dapat berlangsung cepat dan terkadang tidak terkendali.

Media sosial sekarang mengalami apa yang disebutkan Bauddrillard sebagai Simulacra, yaitu realitas semu yang sudah dibelokkan dari asalnya. Media sosial menjadi sebuah wadah ketercampuradukan antara informasi yang semu dan asli, antara fakta dan hoax. Diperparah lagi dengan adanya buzzer yang menggiring pada opini publik tertentu. Inilah yang acapkali membingungkan pembaca, sebab jika tidak teliti malah dapat terjerumus dalam kebingungan yang hakiki.

Menjadi bijak dalam memilih informasi adalah sebuah keharusan. Literasi media perlu disebarluaskan. Kesadaran pembaca bahwa informasi media sosial bukanlah sumber informasi akurat patut dijadikan perhatian. Maka dari itu pembaca perlu melakukan pembandingan informasi media sosial dengan pemberitaan sesungguhnya dari sumber-sumber media yang lebih kredibel.

 

Arzad Sectio, S.I.P. 

Alumni Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol UGM angkatan 2007. 

Saat ini bekerja di Pusat Litbang Inovasi Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Dalam Negeri.