Terhubung dengan kami
Moga Aziz, Menempatkan Diri di Masyarakat Sebagai Lulusan Fisipol UGM

 

 

Menjadi alumni FISIPOL UGM merupakan hal yang paling berharga di dalam kehidupan saya. Setidaknya ada tiga sikap yang harus ada di setiap lulusan FISIPOL yang membuat kita berbeda dengan lulusan - lulusan lainnya. Sikap analisis yang di atas rata-rata, selalu bersikap kritis dalam menghadapi suatu hal serta menjadi pribadi yang mandiri untuk menghindari sikap keberpihakan dan fanatisme.

 

Terlatihnya kemampuan analisis dalam melihat situasi sosial yang terjadi setidaknya dapat membantu menyelesaikan masalah sosial. Hampir setiap hal di kehidupan ini perlu analisis sehingga dapat menghasilkan keputusan yang optimal. Banyak baca literatur, menulis essay dan berinteraksi dengan para ahli pengambil keputusan setidaknya dapat menambah ilmu dan pengetahuan.

 

"Dont stop to question everything" harus ditanam semenjak awal belajar. Jangan menjadi yes man yang populasinya sangat banyak di masyarakat. Jangan takut menghadapi perbedaan di masyarakat. Dan juga jangan lupa ada waktunya di mana kita menerima bahwa pendapat orang lain lebih baik dari kita.

 

Hindari fanatisme dan keberpihakan, jadilah individu yang mandiri. Sekalinya virus fanatisme mewabah, sulit untuk mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah. Perlu ditekankan di sini kenapa fanatisme harus dihindari. Dunia saat ini sedang dilanda wabah fanatisme dalam berbagai bentuk. Ultra nasionalis semakin melihatkan wujudnya, ultra religious movement sudah bergerak, para cendikiawan seperti lulusan FISIPOL UGM jangan sampai kalah dalam mempertahankan nilai nilai kemanusiaan di masyarakat.

 

Dari tiga sikap di atas yang saya jabarkan, setidaknya membedakan lulusan FISIPOL UGM dengan lulusan lulusan lainnya di dunia kerja. Jaga dan kembangkan sikap analitikal, kritis dan kemandirian di setiap lulusan FISIPOL UGM

 

Moga Aziz

Alumni FISIPOL UGM angkatan 98

Sydney, 02 Desember 2016