Terhubung dengan kami
Memanfaatkan Potensi Media Sosial untuk Berkarir di Bidang Periklanan

 

Berkecimpung di pengelolaan media sosial menjadi ‘menu’ sehari-hari bagi Brama Danuwinata. Alumni dari Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM yang lulus pada tahun 2010 ini telah banyak menangani media sosial berbagai perusahaan multinasional yang bergerak di bidang asuransi, air minum, provider telekomunikasi, hingga bank. Brama, demikian ia akrab disapa saat ini merupakan Social & Engagement Lead di VML Indonesia, sebuah perusahaan marketing agency. “Saya bertanggung jawab terhadap campaign media sosial para klien saya. Jadi semua campaign yang muncul di media sosialnya, baik Facebook, Twitter, Instagram itu semua tanggung jawab dari tim saya. Ya, memikirkan konten sama ide-ide yang bagus buat klien saya di channel media sosialnya,” terang Brama.

Ketertarikan Brama pada pengelolaan media sosial telah dimulai pada tahun 2010. Ia dulunya bergabung dengan perusahaan advertising Srengenge, sebagai perwakilan Srengenge di Jakarta. Ketika kontraknya dengan perusahaan yang berbasis di Yogyakarta selesai, Brama bergabung dengan Dentsu, tepatnya di Divisi Digital. Saat itu, Dentsu masih sebuah perusahaan kecil, bahkan Brama merupakan karyawan keempat. Perlahan, Dentsu pun berubah menjadi sebuah perusahaan pemasaran dan periklananan yang cukup besar. Setelah bekerja selama hampir dua tahun di Dentsu, Brama kemudian bergabung dengan perusahaan Ogilvy. Dimana ia tetep fokus mengurusi media sosial, hingga akhirnya pindah ke VML Indonesia satu setengah tahun kemudian.

“Dari awal saya memang concern ke media sosial. Kenapa demikian? Karena di advertising biasanya semua orang maunya jadi planner atau copywriter. Nah, saya melihat waktu itu media sosial belum digarap serius. Kan sayang banget padahal potensinya gede,” kenang alumni yang semasa mahasiswa aktif di beberapa organisasi mahasiswa.

Komitmen berkarya di bidang pengelolaan media sosial pada perusahaan periklananan telah mengantarkan Brama meraih sederet prestasi. Diantaranya pernah meraih medali emas Indonesia Digital of the Year 2014 & 2015 (Campaign Asia). Kampanye untuk produk air minum yang digagas oleh Brama dan tim-nya di VML Indonesia juga meraih medali emas dan perak digital dan media untuk tiga kategori penghargaan Citra Pariwara tahun 2014 dan 2015.

Menurut Brama, kiprahnya di dunia media sosial ini tak lepas dari bekal yang diperoleh selama ia berkuliah di Fisipol UGM. Dahulu, Brama aktif di Komako dan FMF, selain itu di level universitas ia bergabung dengan Unit Fotografi UGM (UFO), Bulaksumur Pos, dan Forkom UKM. Berbekal dari pengalaman di berbagai organisasi itulah, Brama mengenal orang-orang dari berbagai latar belakang berbeda yang membuatnya tak asing lagi berurusan dengan banyak klien yang juga memiliki karakter beragam. Baginya UGM yang begitu luas ini merupakan kawah candradimuka sebelum menghadapi dunia kerja kelak.

“Pengalaman ikut aktivitas di kampus itu penting banget untuk membentuk pribadi kita. Apalagi yang levelnya universitas, kita akan tahu orang-orang dari fakultas lain itu kayak gimana sih. Pasti berbeda banget antara anak-anak di Fisipol dengan yang dari Teknik. Itu jauh lebih kepake daripada ilmu-ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah. Ya, teori itu tetep dipegang, tapi bagaimana kita berinteraksi dengan berbagai macam orang itu penting banget,” ujar Brama.

Bagi Brama, dunia kampus tak hanya ajang menuntut ilmu tapi juga sarana untuk mengembangkan diri dalam bidang yang diminati, bahkan mengejar prestasi dari bidang-bidang tersebut. Mencari pengalaman melalui magang juga dapat menjadi modal memasuki dunia kerja sesungguhnya. “Jaman sekarang kan lulusannya semakin banyak. Terus buat saya ya, tujuan selama di universitas kalau mau  mengejar karir itu adalah untuk membuat CV yang bagus. Jadi semua achievement waktu kuliah itu bisa membuat CV yang bagus.” tutup Brama.