Terhubung dengan kami
Enam Perempuan Inspiratif dari Enam Departemen Lulusan Fisipol UGM

 

Sebagai perempuan, kemandirian dan kreativitas adalah wujud semangat hidup untuk menciptakan perubahan kecil di sekitar. Usaha dan dedikasi menjadi amunisi bagi mereka dalam beraktivitas mengembangkan kapasitas diri dan bermanfaat untuk orang lain. Berikut profil singkat enam lulusan Fisipol UGM yang memberi arti bagi sekitarnya dalam berbagai bidang.

 

1.     Ade Siti Barokah-Penulis dan Manajer Program Kemitraan-Sosiologi 1991

Dengan berbekal pengalaman menjadi jurnalis selama tujuh tahun di berbagai media, perempuan yang memiliki nama pena Ade Nastiti ini telah berhasil menerbitkan tujuh buku. Baik buku antologi, maupun buku kisah perjalanan. Buku tersebut antara lain, Serenade Dua Cinta, Two Lovely Hearts dan La Tahzan for Working Mothers.

Ade yang pernah menjadi Program Manajer Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli Kemitraan juga menulis pengalaman para fasilitator PNPM dari lapangan dengan rekannya berjudul Mereka yang Tidak Pernah Menyerah. Sekarang, dia sedang meneruskan sekolah di bidang Hak Asasi Manusia dan Keadilan Sosial Internasional di International Institute of Social Studies (ISS) - Erasmus Rotterdam University, Belanda.

 

2.     Amalia Prabowo-CEO Havas Worldwide Jakarta-Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) 1989

 Amalia Prabowo merupakan CEO perempuan pertama di Havas Worldwide, sebuah multinational advertising agency. Bahkan Amalia berhasil mengantarkan Havas menjadi Best Agency Asia Pacific pada tahun 2009 

Karirnya yang cemerlang tidak mengganggu aktivitasnya sebagai ibu dari dua orang putranya bernama Aqil & Satria. Amalia telah menulis buku berjudul Wonderful Life mengenai kisahnya sebagai ibu dari Aqil, putranya yang mengidap disleksia. Satu buku lagi berjudul Wonderful Life Mom&Kids Collaboration merupakan bagian yang tak terpisahkan dari buku Wonderful Life. Buku ini digarap bersama-sama Aqil, dan dikritik serta "disempurnakan" oleh adiknya, Satria.

 "Universe tells me that I am about to make a wrong decision, but making mistake is just part of life,” adalah motto hidup yang dianutnya.

3.     Dahlia Citra Buana-Produser Metro TV-Politik dan Pemerintahan 1996

Citra, demikian ia akrab dipanggil, mengawali karir sebagai wartawan KBR 68H Jakarta dan sekarang ia dipercaya menjadi Executive Producer yang memegang program acara Mata Najwa, Economic Challenges, dan Flashback. Ketertarikannya di bidang televisi terus meningkat, begitu pula kapasitas dirinya. Terbukti dengan program talkshow mata Najwa memiliki rating yang tinggi dan menjadi talkshow yang memegang rekor MURI dengan jumlah penonton terbanyak, 25.000 orang di stadion Brantas, Kota Batu, Jawa Timur. 

Dalam pekerjaannya, Ia selalu menjunjung kerja keras dan profesionalitas. Melalui karya dan prestasinya, Ia membuktikan bahwa wanita bukan hanya bisa diam di rumah, akan tetapi dapat menjadi inspirasi bagi orang di sekitarnya. 

 

4.     Maria Regina Anggit Tut Pinilih-CEO PT. GIT, Co Founder JakPat-Hubungan Internasional 2004

Anggit, begitu ia biasa dipanggil adalah salah satu dari sedikit perempuan yang bergerak di bidang digital startup. Anggit mengawali bisnisnya di tahun 2011 dengan membuat start-up yang bergerak di bidang e-commerce atau biasa disebut sebagai daily deals website dengan nama Mbakdiskon. Kemudian Anggit mendirikan PT Gongsin International Transindo (GIT)  dan sebagai Co Founder Jajak Pendapat (JakPat). Aplikasi JakPat memberikan pilihan sebagai jalan keluar bagi perusahaan yang ingin mendapatkan hasil survei dengan cepat, akurat, dan biayanya 10 kali lebih murah dibanding survei konvensional.

Anggit telah menunjukkan keahliannya dalam berbagai bidang. Antara lain marketing communications dan media relations. Dibuktikan dari berbagai pengalamannya selama kuliah sebagai marketing coordinator maupun media center coordinator di berbagai kegiatan tingkat nasional semasa kuliah.

 

5.     Maria Tri Sulistyani-Direktur Papermoon Puppet Theater-Komunikasi 1999

Never stop playing and never stop learning,” adalah motto hidup dari perempuan yang akrab dengan panggilan Ria. Bersama suaminya, Iwan Effendi yang merupakan seniman muda,  mendirikan Papermoon Puppet Theater di tahun 2006. Teater boneka ini berbeda dengan teater boneka dengan segmen anak-anak yang sudah ada di tanah air sebelumnya.  Papermoon Puppet Theater membawakan isu-isu dewasa dan mengembangkan media teater boneka sebagai salah satu bentuk penyampaian pesan yang dapat diterima oleh semua publik, tidak hanya anak-anak. Judul pementasannya antara lain, Noda Lelaki di Dada Mona (2008), Mau Apa? (2009-2010), Mwathirika (2010-2013), Secangkir Kopi dari Playa (2011), dan Laki-Laki Laut (2013).

Papermoon Puppet Theater telah meraih pengakuan secara internasional dengan pentas di berbagai negara seperti Singapura, Australia dan Amerika Serikat.  Bahkan jika dilansir dari detik.com, Ria dan Papermoon Puppet Theater ini kabarnya juga akan berkolaborasi dalam film Ada Apa Dengan CInta 2. 

 

6.     Prof. Sulistyowati Irianto-Aktivis Gender dan Guru Besar UI-Manajemen Kebijakan Publik (MKP) 1979

Beliau akrab dengan panggilan Prof. Sulis. Sukses di jalur akademis di Universitas Indonesia ternyata tidak cukup baginya untuk terus bermanfaat untuk orang lain. Ketertarikannya di bidang gender diawali ketika ia menulis skripsi dengan tema"Perempuan-perempuan yang Bekerja di Bidang Administrasi Publik". Bergelut sebagai aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak pada isu-isu gender, membuatnya diangkat sebagai Ketua Center for Women and Gender Studies UI di tahun 2002-2010, dan sebagai anggota aktif Convention Watch Working Group, Center For Women and Gender Studies UI. 

Ia seringkali mendapatkan berbagai beasiswa dan fellowship internasional serta beberapa penghargaan seperti Soetandyo Award di bidang Hak Asasi Manusia di Tahun 2015 dan penghargaan Cendekiawan Kompas 2014 atas ketekunan secara etis dan estetis dalam memperjuangkan demokratisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Program Pascasarjana Interdisipliner dan Guru Besar di bidang Antropologi Hukum Universitas Indonesia.

 

(Irwan, Mima, Nuna)