Terhubung dengan kami
Senang Membangun Media

Menjelang runtuhnya Orde Baru, dunia pertelevisian Indonesia bersiap lepas landas. Stasiun-stasiun televisi mulai muncul dan berkembang meski masih berada di balik bayang TVRI. SCTV contohnya, merekrut sejumlah jurnalis pada dekade terakhir abad dua puluh. Stasiun televisi itu menjadi tempat hijrah bagi beberapa jurnalis media cetak ke jurnalisme penyiaran. Salah satunya Endah Saptorini, alumni Jurusan Ilmu Komunikasi UGM angkatan 1985. Kini, wanita yang sedang menjabat sebagai Senior Editor Bloomberg TV Indonesia itu justru dikenal luas karena kemampuannya di dunia pertelevisian.

Meski sekarang Endah dikenal baik di dunia jurnalisme penyiaran, tak banyak yang tahu ia memulai karir sebagai jurnalis media cetak. Maklum saja, pengetahuan yang didapatkannya semasa kuliah lebih banyak berfokus pada jurnalisme media cetak. “Padahal zaman saya dulu belum ada mata kuliah yang mengajarkan penyiaran,” ungkap Endah. Ia pun kemudian harus mengambil berbagai pelatihan dan memulai dari awal lagi sewaktu memutuskan untuk hijrah ke jurnalisme penyiaran.

Hijrahnya ke jurnalisme penyiaran memulai langkah Endah dalam berkarir sebagai pegiat pertelevisian. Ia telah menapaki beberapa stasiun televisi yang kini dikenal baik oleh masyarakat, contohnya Trans TV, Metro TV dan Kompas TV. Uniknya, ia selalu berpindah tempat kerja dari perusahaan media yang sudah establish ke perusahaan yang sedang  berkembang di dunia media penyiaran. Bukannya menetap di perusahaan besar dan ternama, Endah justru lebih tertarik untuk mengembangkan tempat kerjanya dari awal. Ia selalu ingin membangun dari nol dan menjadi pionir di stasiun-stasiun itu.

Kepindahan pertamanya adalah setelah berhasil membangun nama SCTV. Ia kemudian memilih untuk bekerja di Trans TV. Saat itu Trans TV masih merupakan generasi awal dengan karyawan tak sampai tiga puluh orang. “Saya rasa agak aneh kalau dikatakan sebagai challenge, tetapi saya menyukai sesuatu yang berbeda,” ungkapnya terkait alasan pemilihan tempat kerja.

Bagi seorang Endah Saptorini, profesionalitas dan kerja keras merupakan modal keberaniannya dalam mengambil langkah yang berbeda. Intensitas kepindahannya dari satu perusahaan media ke media lain telah menjadi sebuah trend di kalangan pelaku media saat ini. Gaya santai namun tak meninggalkan keseriusannya pun menanggapi isu trend tersebut. “Mungkin orang-orang di televisi terinspirasi dari kepindahan-kepindahan saya,” ujarnya sambil tertawa. (Fathur)