Terhubung dengan kami
Erwan Widyarto, Masih dan Terus Menggeluti Jurnalisme

Erwan Widyarto, Masih dan Terus Menggeluti Jurnalisme

Berawal dari tulisan yang dimuat di Majalah Kuncung tatkala duduk di bangku kelas 5 SD, Erwan Widyarto terus mengasah kemampuan menulisnya. Siapa sangka, alumni Hubungan Internasional UGM angkatan 1986 ini kemudian menjadi salah satu pemegang peran penting dalam perkembangan Jawa Pos Group ketika merambah wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Bahkan raksasa media asal Surabaya inilah yang langsung meminta Erwan untuk bergabung karena rajin menulis untuk kolom mahasiswa. “Jadi saya tidak melamar, saya yang dilamar oleh Jawa Pos,” kenang Erwan. Sejak saat itu, Erwan mengabdikan diri di Jawa Pos seiring media tersebut terus berkembang.

Erwan pun mengisahkan pengalaman dan tantangannya semasa kerap turun ke lapangan untuk berburu berita. “Pernah dikejar-kejar intel. Ternyata cuma mau minta selebaran yang disebarkan para demonstran,” tuturnya mengenai pengalaman liputan menjelang era reformasi. Tak jarang, Erwan juga mengalami intimidasi dari pihak tertentu untuk tidak menuliskan berita yang ‘neko-neko’. Namun semua itu berhasil diatasinya.

Menurut Erwan, bekal keberhasilan seorang wartawan di lapangan salah satunya adalah pantang berangkat mencari berita dengan otak kosong. Terpenting lagi adalah mampu memahami peta pemikiran narasumber sehingga wartawan mengerti apa saja yang harus diulik dari narasumber. “Saya juga diajarkan oleh Dahlan Iskan, bahwa kita tetap harus rajin membaca. Jadi saya selalu baca satu buku setiap minggu,” ujarnya.

Latar belakang pendidikan tinggi yang ditempuh Erwan memang tidak berhubungan langsung dengan apa yang digelutinya saat ini. Namun dengan menjadi jurnalis, Erwan sudah dapat mewujudkan impian yang banyak dicita-citakan lulusan ilmu hubungan internasional, yakni pergi ke luar negeri. Selama menjalani profesinya, Erwan telah menjelajahi banyak negara, termasuk Malaysia, Selandia Baru, hingga Amerika Serikat.

Hal menarik lainnya, jurnalisme membawa Erwan untuk dekat dengan banyak orang. Ia meyakini bahwa jurnalisme mampu membawa manfaat untuk orang lain melalui tulisan. Kegigihan mengantarkan Erwan hingga menjadi komisaris di  harian Radar Jogja, salah satu media di bawah Jawa Pos Group.

Meski saat ini Erwan telah pensiun dari Jawa Pos, semangatnya masih belum berhenti untuk terus berkarya di bidangnya. Saat ini Erwan dipercaya menjabat sebagai komisaris di Mendut Borobudur Televisi (MBTV). Ya, bagi jurnalis yang gemar membaca dan menggambar ini, hidup itu mengalir saja, tetapi harus mengalir dengan deras.